Portalbontang.com, Bontang - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di PAUD Al-Hikmah Bontang berjalan lancar dan mulai menunjukkan dampak positif terhadap pola makan peserta didik.
Selain membantu memenuhi kebutuhan gizi anak, program ini juga menjadi sarana pembelajaran bagi siswa usia dini untuk mengenal dan mencoba berbagai jenis makanan bergizi yang sebelumnya belum tentu mereka konsumsi di rumah.
Kepala Satuan PAUD Al-Hikmah Bontang, Khana Masruhah, mengatakan pelaksanaan program sejauh ini tidak menemui kendala berarti. Seluruh makanan tersaji secara teratur setiap hari dan mayoritas anak mengikuti program tersebut dengan antusias.
Baca Juga: PAUD Al-Hikmah Perkuat Pendidikan Karakter Lewat Mabit yang Variatif
Menurutnya, sejak MBG berjalan, sebagian besar peserta didik tidak lagi membawa bekal dari rumah karena kebutuhan makan mereka sudah terpenuhi melalui program tersebut.
Meski demikian, ada beberapa anak yang sesekali masih membawa bekal sendiri karena faktor kebiasaan atau preferensi makanan tertentu.
“Alhamdulillah sejauh ini pelaksanaannya lancar. Sebagian besar anak-anak tidak lagi membawa bekal karena semuanya sudah disiapkan melalui program MBG,” ujar Khana, Jumat (24/4/2026).
Ia menjelaskan, tantangan terbesar justru terletak pada proses membiasakan anak mencoba makanan yang sebelumnya tidak mereka sukai, seperti sayur, tahu, maupun tempe.
Baca Juga: Guru PAUD Berharap Program Khusus S1 dari Pemkot Bontang
Dalam kondisi tersebut, guru memiliki peran penting untuk memberikan pendampingan dan dorongan agar anak berani mencicipi makanan yang tersedia.
Para guru di PAUD Al-Hikmah, lanjutnya, terus mengajak anak-anak untuk belajar mencoba makanan meski hanya dalam porsi kecil. Pendekatan persuasif dilakukan secara perlahan agar anak tidak merasa terpaksa dan bisa mengenali rasa makanan dengan nyaman.
“Kalau ada anak yang belum suka, guru-guru selalu mengajak mereka mencoba sedikit demi sedikit. Anak-anak harus dibiasakan supaya mengenal berbagai jenis makanan bergizi,” jelasnya.
Baca Juga: PAUD Terpadu Al-Hikmah Miliki 10 Kelas, Siap Layani Pendidikan Usia Dini Secara Optimal
Khana mengungkapkan, upaya tersebut mulai menunjukkan hasil. Sejumlah anak yang sebelumnya menolak mengonsumsi tempe, tahu, maupun sayuran kini perlahan mulai menyukainya setelah rutin mengikuti MBG bersama teman-temannya di sekolah.
Respons positif juga datang dari para orang tua. Banyak wali murid mengaku senang karena anak mereka mulai mau makan makanan sehat yang sebelumnya sulit diterima saat disajikan di rumah.
“Orang tua merasa terbantu karena ada perubahan kebiasaan makan. Anak yang sebelumnya tidak suka sayur atau tempe sekarang mulai mau makan,” katanya.
Saat ini, program MBG di PAUD Al-Hikmah melayani sekitar 126 anak setiap hari. Dengan pendampingan guru yang konsisten, pihak sekolah berharap program ini tidak hanya memenuhi kebutuhan gizi siswa, tetapi juga membentuk kebiasaan makan sehat sejak usia dini. (adv)