Tak Ada Suntik untuk Anak SD, Ini Rincian Lengkap Program Cek Kesehatan Gratis di Sekolah

Besok, Kemenkes luncurkan cek kesehatan gratis untuk anak sekolah. Orang tua wajib tahu rincian pemeriksaan & tak ada suntik untuk anak SD.

M
Tak Ada Suntik untuk Anak SD, Ini Rincian Lengkap Program Cek Kesehatan Gratis di Sekolah

Portalbontang.com, Jakarta – Para orang tua diimbau untuk memberikan perhatian pada program nasional yang akan segera bergulir. Mulai besok, Senin (4/8/2025), Kementerian Kesehatan (Kemenkes) akan serentak meluncurkan program Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang menyasar jutaan anak sekolah di seluruh Indonesia.

Bagi orang tua yang khawatir, Kemenkes memastikan proses pemeriksaan untuk jenjang Sekolah Dasar (SD) akan berjalan nyaman dan tidak menakutkan.

Direktur Jenderal Kesehatan Primer dan Komunitas Kemenkes, Maria Endang Sumiwi, menegaskan tidak ada proses pengambilan darah atau suntikan.

“Jadi jangan takut, tidak ada yang disuntik. Pemeriksaannya hanya meliputi tinggi badan, berat badan, tekanan darah, gigi, mata, dan telinga,” jelas Maria Endang.

Program yang merupakan bagian dari percepatan program Presiden Prabowo Subianto ini akan memeriksa berbagai aspek kesehatan siswa secara kolaboratif antara tenaga kesehatan puskesmas dan guru.

Berikut rincian pemeriksaan Cek Kesehatan Gratis di sekolah:


Siswa SD: Status gizi (tinggi dan berat badan), tekanan darah, kesehatan mata, telinga, gigi, kesehatan mental, dan tingkat kebugaran.

Siswa SMP & SMA: Seluruh pemeriksaan jenjang SD, ditambah dengan skrining anemia, talasemia, dan edukasi kesehatan reproduksi.

Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin, menyatakan bahwa program ini dirancang untuk menjangkau semua jenis sekolah.

“Kita harapkan program CKG di sekolah ini bisa menjangkau sekolah-sekolah di bawah Kementerian Agama, sekolah rakyat, dan sekolah umum,” ungkap Menkes Budi dalam konferensi pers beberapa waktu lalu.

Langkah “jemput bola” ini disebut sebagai perubahan budaya dalam pelayanan kesehatan.

“Pemeriksaan jemput bola ke sekolah adalah bukti pemerintah mengubah budaya lama, yang baru memeriksakan diri saat sakit. Sekarang pemerintah justru datang langsung ke sekolah-sekolah,” kata Kepala Kantor Komunikasi Presiden, Hasan Hasbi.

Peluncuran perdana pada 4 Agustus akan digelar di 12 lokasi, termasuk Jakarta, Bandung, dan Sidoarjo.

Secara total, program ini menargetkan lebih dari 53 juta siswa dari jenjang SD hingga SMA/SMK dan pesantren di seluruh Indonesia.***

info

Peringatan Plagiarisme

Dilarang mengutip, menyalin, atau memperbanyak isi berita maupun foto dalam bentuk apa pun tanpa izin tertulis dari Redaksi. Pelanggaran terhadap hak cipta dapat dikenakan sanksi sesuai UU Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta dengan ancaman pidana penjara maksimal 10 tahun dan/atau denda hingga Rp4 miliar.

Editor: M Zulfikar A
Sumber: Info Publik

Menu