Portalbontang.com, Bontang - Kondisi sejumlah fasilitas yang mengalami kerusakan menjadi perhatian serius SMPN 9 Bontang. Mulai dari atap bocor hingga lantai bangunan yang turun saat musim hujan kini masuk dalam program pemeliharaan sekolah tahun ini.
Kepala SMPN 9 Bontang, Lilyn Indriyawati, mengatakan kerusakan tersebut sudah cukup lama dirasakan dan memerlukan penanganan agar tidak semakin parah.
Salah satu titik yang mengalami masalah berada pada bagian bangunan yang direncanakan untuk pengembangan lantai dua. Meski pembangunan lanjutan belum dilakukan, bagian atap di area tersebut sudah mengalami kebocoran ketika hujan turun.
Baca Juga: SMPN 3 Bontang Incar Prestasi Provinsi Setelah Juara Tari Kota
“Kalau hujan itu airnya mengalir. Makanya kemarin saya minta untuk diperbaiki,” ujarnya, Rabu (13/5/2026).
Selain atap bocor, sekolah juga menemukan kondisi lantai di beberapa bangunan mengalami penurunan.
Situasi itu membuat air hujan mudah naik ke permukaan ruangan sehingga menyebabkan area tertentu menjadi lembap dan licin.
Menurut Lilyn, kondisi tersebut cukup mengganggu kenyamanan siswa, terutama ketika aktivitas belajar mengajar berlangsung saat cuaca hujan.
Baca Juga: Berbekal Pengalaman UKS, Nur Khayatuti Siapkan Sekolah yang Sehat dan Berkualitas
Tidak hanya berdampak pada kenyamanan, lantai yang licin juga berpotensi membahayakan keselamatan siswa apabila tidak segera diperbaiki.
Karena itu, sekolah memasukkan perbaikan area tersebut sebagai prioritas pemeliharaan.
“Yang seberang itu lantainya turun. Kalau hujan airnya naik,” katanya.
Baca Juga: Disdikbud Bontang Perkuat Sinergi Program Digitalisasi Pendidikan dengan BPMP
Ia menjelaskan, seluruh usulan pemeliharaan telah mendapatkan persetujuan setelah melalui tahap verifikasi. Saat ini sekolah tinggal menunggu realisasi pelaksanaan dari program tersebut.
Dengan adanya rehabilitasi itu, SMPN 9 Bontang berharap kondisi fasilitas sekolah menjadi lebih baik dan mampu mendukung kegiatan belajar secara maksimal. (adv)