Portalbontang.com, Bontang - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Bontang memberikan prioritas bagi pelamar yang memiliki sertifikat pendidik dan pengalaman mengajar dalam seleksi guru pengganti tahun 2026.
itu diterapkan untuk mendukung peningkatan kualitas tenaga pengajar di sekolah negeri.
Kepala Disdikbud Kota Bontang, Abdu Safa Muha mengatakan, pengalaman dan kompetensi profesional menjadi salah satu indikator penting dalam menentukan kesiapan seorang guru menghadapi proses pembelajaran di sekolah. Karena itu, dua aspek tersebut dijadikan nilai tambah dalam proses seleksi.
Baca Juga: Atap Bocor hingga Lantai Turun Jadi Perhatian SMPN 9 Bontang
Menurutnya, guru yang sudah memiliki pengalaman mengajar biasanya lebih cepat beradaptasi dengan lingkungan sekolah dan kebutuhan siswa.
Selain itu, sertifikat pendidik juga menunjukkan bahwa tenaga pengajar tersebut telah memiliki kompetensi profesional sesuai standar pendidikan nasional.
“Kalau ada peserta dengan nilai akhir yang sama, maka prioritas akan diberikan kepada mereka yang memiliki sertifikat pendidik dan pengalaman mengajar. Itu menjadi bentuk apresiasi terhadap kompetensi yang dimiliki,” ungkapnya, Sabtu (23/5/2026).
Meski demikian, dia menegaskan seluruh peserta tetap memiliki peluang yang sama selama mampu menunjukkan kemampuan terbaik dalam tahapan seleksi.
Baca Juga: Siswa SDN 002 Bontang Barat Belajar dari Hasil Panen Perdana Smart Tani
Ia memastikan proses penerimaan dilakukan secara adil dan transparan tanpa ada perlakuan khusus terhadap peserta tertentu.
Dalam rekrutmen tahun ini, pemerintah membuka 65 formasi yang tersebar di TK Negeri, SD Negeri, SMP Negeri dan SPNF SKB Kota Bontang.
Formasi tersebut meliputi berbagai mata pelajaran yang saat ini dibutuhkan sekolah untuk mendukung kelancaran kegiatan belajar mengajar.
Baca Juga: Program Ummi SMPN 9 Bontang Jadi Ruang Pemberdayaan Ibu Rumah Tangga
Ia menyebut, kebutuhan tenaga pendidik terus menjadi perhatian pemerintah daerah karena kualitas guru akan berdampak langsung terhadap mutu pendidikan siswa.
Oleh sebab itu, seleksi dilakukan secara serius agar tenaga pengajar yang diterima benar-benar siap bekerja.
“Pendidikan membutuhkan guru-guru yang tidak hanya memahami materi pelajaran, tetapi juga mampu membimbing karakter dan perkembangan peserta didik. Itu yang menjadi fokus kami dalam seleksi ini,” ujarnya.
Pendaftaran seleksi dibuka pada 22 sampai 26 Mei 2026 melalui aplikasi Teman Naker App.
Seluruh proses penerimaan dipastikan gratis tanpa pungutan biaya. Disdikbud juga mengimbau masyarakat segera melapor apabila menemukan praktik percaloan atau penyalahgunaan proses seleksi. (adv)