Portalbontang.com, Bontang - Program Ummi yang dijalankan SMPN 9 Bontang tidak hanya fokus pada peningkatan kemampuan mengaji siswa.
Di balik pelaksanaannya, program tersebut juga membuka ruang pemberdayaan bagi ibu rumah tangga di lingkungan sekitar sekolah untuk terlibat langsung dalam dunia pendidikan.
Seluruh pengajar dalam Program Ummi berasal dari warga lokal di kawasan Guntung. Mereka merupakan ibu rumah tangga yang sebelumnya aktif mengajar di TPA dan kemudian mengikuti pelatihan khusus dari lembaga resmi hingga memperoleh sertifikasi sebagai guru Ummi.
Baca Juga: SMPN 3 Bontang Incar Prestasi Provinsi Setelah Juara Tari Kota
Kepala SMPN 9 Bontang, Lilyn Indriyawati, menyebut langkah tersebut sengaja dilakukan sekolah sebagai bentuk kolaborasi antara institusi pendidikan dengan masyarakat sekitar.
“Ada sembilan guru Ummi, semuanya warga lokal. Ini adalah bagian dari upaya kami memberdayakan masyarakat sekitar, sekaligus membangun kedekatan emosional antara siswa dan guru,” kata Lilyn, Rabu (13/5/2026).
Menurutnya, keterlibatan ibu rumah tangga sebagai tenaga pengajar memberikan dampak positif yang cukup besar.
Selain membantu sekolah dalam proses pembelajaran agama, program itu juga membuka peluang bagi warga untuk memiliki kontribusi nyata terhadap pendidikan anak-anak di lingkungan mereka sendiri.
Baca Juga: Berbekal Pengalaman UKS, Nur Khayatuti Siapkan Sekolah yang Sehat dan Berkualitas
Keberadaan guru-guru lokal dinilai menciptakan hubungan yang lebih dekat dengan siswa. Para pengajar memahami karakter lingkungan tempat tinggal peserta didik sehingga proses pembinaan berjalan lebih hangat dan komunikatif.
Tidak hanya itu, program tersebut juga memberi kesempatan kepada ibu rumah tangga untuk meningkatkan kapasitas diri melalui pelatihan dan sertifikasi resmi.
Dengan bekal itu, mereka memiliki kemampuan mengajar yang lebih profesional dan terstandarisasi.
Baca Juga: Disdikbud Bontang Perkuat Sinergi Program Digitalisasi Pendidikan dengan BPMP
Lilyn mengatakan sekolah ingin membangun pendidikan yang tidak berdiri sendiri, melainkan melibatkan masyarakat sebagai bagian penting dalam proses pembentukan karakter siswa.
“Sekolah tidak bisa berjalan sendiri. Dukungan masyarakat sangat penting, dan Program Ummi menjadi salah satu bentuk kolaborasi yang terus kami jaga,” ujarnya.
Melalui pola pemberdayaan tersebut, SMPN 9 Bontang berharap hubungan antara sekolah dan masyarakat semakin kuat serta mampu menciptakan lingkungan pendidikan yang positif dan berkelanjutan. (adv)