Siswa SDN 002 Bontang Barat Belajar dari Hasil Panen Perdana Smart Tani

Kepala SDN 002 Bontang Barat, Suhartini, mengatakan panen perdana memberi pengalaman berharga bagi para siswa.

R
Suasana panen kangkung di SDN 002 Bontang Barat.
Suasana panen kangkung di SDN 002 Bontang Barat. | Foto: Rhae/Portalbontang.com

Portalbontang.com, Bontang - Suasana berbeda terlihat di SDN 002 Bontang Barat saat para siswa antusias mengikuti panen perdana tanaman hasil program Smart Tani Go to School yang digagas Dinas Ketahanan Pangan, Perikanan, dan Pertanian (DKP3) Kota Bontang.

Kegiatan panen tersebut menjadi momen penting bagi siswa setelah sebelumnya belajar menanam dan merawat tanaman menggunakan media polybag di lingkungan sekolah. 

Hasil panen itu menjadi bukti nyata proses pembelajaran pertanian yang mereka jalani selama beberapa waktu terakhir.

Baca Juga: Program Ummi SMPN 9 Bontang Jadi Ruang Pemberdayaan Ibu Rumah Tangga

Kepala SDN 002 Bontang Barat, Suhartini, mengatakan panen perdana memberi pengalaman berharga bagi para siswa karena mereka dapat melihat langsung hasil dari proses yang telah dilakukan sejak awal.

“Anak-anak sangat senang saat memanen. Mereka merasa bangga karena bisa melihat hasil dari tanaman yang sebelumnya mereka rawat bersama,” kata dia, Sabtu (16/5/2026).

Menurutnya, pengalaman memanen memberikan pembelajaran yang lebih membekas dibandingkan teori semata. 

Siswa belajar memahami bahwa setiap hasil membutuhkan proses, kesabaran, dan tanggung jawab dalam perawatan.

Baca Juga: SMPN 3 Bontang Incar Prestasi Provinsi Setelah Juara Tari Kota

Ia menilai kegiatan tersebut juga berhasil menumbuhkan semangat kebersamaan di lingkungan sekolah karena seluruh siswa terlibat aktif dalam setiap tahapan, mulai dari menanam hingga memetik hasilnya.

“Melalui panen ini, anak-anak belajar bahwa keberhasilan itu butuh proses. Mereka jadi lebih menghargai usaha dan kerja keras,” ujarnya.

Kepala DKP3 Bontang, Ahmad Aznem, menjelaskan panen perdana menjadi bagian penting dalam program Smart Tani karena memberikan pengalaman utuh kepada siswa tentang siklus budidaya tanaman.

Baca Juga: Berbekal Pengalaman UKS, Nur Khayatuti Siapkan Sekolah yang Sehat dan Berkualitas

“Kami ingin anak-anak tidak hanya mengenal cara menanam, tetapi juga merasakan kebahagiaan saat memanen hasilnya. Ini menjadi pengalaman belajar yang nyata,” jelasnya.

Ia berharap pengalaman tersebut dapat menumbuhkan ketertarikan siswa terhadap dunia pertanian sekaligus menanamkan kesadaran tentang pentingnya menjaga ketahanan pangan sejak usia dini.  (adv)

info

Peringatan Plagiarisme

Dilarang mengutip, menyalin, atau memperbanyak isi berita maupun foto dalam bentuk apa pun tanpa izin tertulis dari Redaksi. Pelanggaran terhadap hak cipta dapat dikenakan sanksi sesuai UU Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta dengan ancaman pidana penjara maksimal 10 tahun dan/atau denda hingga Rp4 miliar.

Editor: M Zulfikar A

Menu