Fokus Tajwid dan Tartil, UMMI Tingkatkan Kualitas Bacaan Siswa SMPN 5 Bontang

R
Wakil Kepala SMPN 5 Bontang, Sari Indrawati (kanan).
Wakil Kepala SMPN 5 Bontang, Sari Indrawati (kanan). | Foto: Rhae/Portalbontang.com

Portalbontang.com, Bontang - SMPN 5 Bontang mengimplementasikan metode UMMI sebagai upaya meningkatkan kualitas bacaan Al-Qur’an siswa secara terukur dan berkelanjutan. 

Program ini menitikberatkan pada ketepatan penerapan tajwid, kefasihan membaca, serta pembentukan kebiasaan membaca Al-Qur’an yang baik sejak dini. 

Melalui pendekatan yang sistematis, sekolah berharap setiap siswa mampu membaca Al-Qur’an dengan benar sesuai kaidah yang berlaku.

Baca Juga: SMPN 5 Bontang Antisipasi Lonjakan Pendaftar SPMB 2026

Wakil Kepala SMPN 5 Bontang, Sari Indrawati, menjelaskan bahwa metode UMMI dipilih karena memiliki standar pembelajaran yang jelas dan terarah. 

Dalam pelaksanaannya, siswa tidak hanya diajarkan mengenal huruf dan membaca ayat, tetapi juga dibimbing agar mampu membaca secara tartil dengan memperhatikan makhraj, panjang pendek bacaan, serta hukum-hukum tajwid yang tepat.

Menurutnya, penerapan standar yang sama dalam proses pembelajaran membuat kualitas bacaan siswa dapat berkembang secara lebih merata.

Setiap tahapan pembelajaran telah dirancang sesuai tingkat kemampuan peserta didik sehingga proses belajar berlangsung lebih efektif dan mudah dievaluasi.

Baca Juga: Peran Guru Jadi Kunci Sukses Daur Ulang di SMPN 5 Bontang

Program UMMI sendiri telah berjalan selama tiga tahun dan menjadi bagian dari kegiatan belajar mengajar (KBM) di sekolah. 

Integrasi ke dalam kurikulum membuat pembelajaran Al-Qur’an tidak hanya menjadi kegiatan tambahan, tetapi menjadi program yang dilaksanakan secara rutin dan konsisten. 

Dengan demikian, siswa memiliki kesempatan yang lebih luas untuk meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur’an dari waktu ke waktu.

Baca Juga: Kreativitas Siswa SMPN 5 Bontang Diuji Lewat Eksperimen Plastik Biodegradable

“Setiap siswa mendapatkan bimbingan sesuai tingkat kemampuan. Proses ini dilakukan secara bertahap dan sistematis,” tuturnya, Jumat (3/4/2026).

Dalam pelaksanaannya, setiap siswa ditempatkan sesuai kemampuan membaca yang dimiliki. 

Pendekatan ini memungkinkan guru memberikan pendampingan yang lebih tepat sasaran sehingga siswa dapat berkembang sesuai ritme belajarnya masing-masing. 

Metode bertahap tersebut juga membantu mengurangi kesenjangan kemampuan membaca antar peserta didik.

Baca Juga: Dapat Pendampingan SEB dari Pertamina dan UNS, SMPN 5 Bontang Kembangkan Pembelajaran Energi Berkelanjutan

Keberhasilan program tidak terlepas dari peran guru UMMI yang menjadi ujung tombak pembelajaran. 

SMPN 5 Bontang merekrut sebanyak 16 guru dari lembaga resmi UMMI untuk memastikan proses pembelajaran berjalan sesuai standar yang telah ditetapkan. 

Kehadiran tenaga pendidik yang kompeten dinilai penting untuk menjaga kualitas materi maupun metode pengajaran yang diterapkan di kelas.

Baca Juga: Dapat Pendampingan SEB dari Pertamina dan UNS, SMPN 5 Bontang Kembangkan Pembelajaran Energi Berkelanjutan

Selain proses pembelajaran yang terstruktur, sekolah juga melakukan evaluasi secara rutin untuk mengukur perkembangan siswa. 

Evaluasi dilakukan pada setiap jenjang kemampuan sehingga capaian belajar dapat dipantau secara berkala. 

Hasil evaluasi tersebut menjadi dasar bagi guru untuk menentukan langkah pembelajaran berikutnya serta memberikan pendampingan yang sesuai dengan kebutuhan siswa.

"Upaya yang dilakukan sekolah mulai menunjukkan hasil positif. Kemampuan membaca Al-Qur’an siswa mengalami peningkatan, baik dari sisi kelancaran membaca maupun ketepatan dalam menerapkan tajwid," katanya.

Baca Juga: Kenali Tahapannya, SMPN 5 Bontang Tempuh Ulang Jalur Adiwiyata Mandiri

Perkembangan tersebut menjadi indikator bahwa metode yang diterapkan mampu memberikan dampak nyata terhadap kualitas pembelajaran Al-Qur’an di sekolah.

Bahkan, tidak sedikit siswa yang berhasil melampaui target dasar membaca dan mulai mengembangkan kemampuan menghafal Al-Qur’an. 

Sebagian di antaranya telah mencapai hafalan hingga 10 juz, sebuah capaian yang menunjukkan keseriusan siswa dalam mengikuti program keagamaan yang dijalankan sekolah.

Ke depan, SMPN 5 Bontang berharap kualitas bacaan Al-Qur’an siswa dapat terus meningkat seiring dengan penguatan program UMMI. 

Sekolah menilai metode tersebut menjadi salah satu solusi efektif dalam membangun kemampuan membaca Al-Qur’an yang baik, sekaligus membentuk karakter religius peserta didik melalui pembelajaran yang terstruktur dan berkelanjutan.  (adv)

info

Peringatan Plagiarisme

Dilarang mengutip, menyalin, atau memperbanyak isi berita maupun foto dalam bentuk apa pun tanpa izin tertulis dari Redaksi. Pelanggaran terhadap hak cipta dapat dikenakan sanksi sesuai UU Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta dengan ancaman pidana penjara maksimal 10 tahun dan/atau denda hingga Rp4 miliar.

Editor: M Zulfikar A

Menu