Kreativitas Siswa SMPN 5 Bontang Diuji Lewat Eksperimen Plastik Biodegradable

Kreativitas siswa SMPN 5 Bontang diuji melalui eksperimen pembuatan plastik biodegradable yang dilakukan secara berulang.

R
Eksperimen plastik biodegradable SMPN 5 Bontang.
Eksperimen plastik biodegradable SMPN 5 Bontang. | Foto: Rhae/Portalbontang.com

Portalbontang.com, Bontang - Kreativitas siswa SMPN 5 Bontang diuji melalui eksperimen pembuatan plastik biodegradable yang dilakukan secara berulang. 

Pendampingan dari salah satu guru pendamping, Ayu Fachtyanur menjadi faktor penting dalam proses ini.

Siswa tidak hanya mengikuti instruksi tetapi juga mengembangkan ide dalam setiap percobaan. Mereka mencoba berbagai cara untuk mendapatkan hasil terbaik.

Baca Juga: Dapat Pendampingan SEB dari Pertamina dan UNS, SMPN 5 Bontang Kembangkan Pembelajaran Energi Berkelanjutan

Penggunaan bahan sederhana tidak membatasi kreativitas siswa. Justru hal ini mendorong mereka untuk lebih inovatif.

Setiap percobaan memberikan hasil yang berbeda sehingga siswa harus melakukan evaluasi. Proses ini melatih kemampuan analisis mereka.

“Kita memang mengulang-ulang prosesnya supaya hasilnya semakin halus dan rapi,” ucapnya, Jumat (3/4/2026).

Pencetakan dilakukan dengan teknik manual yang membutuhkan ketelitian tinggi. Siswa belajar mengontrol ketebalan dan kerapian produk.

Baca Juga: Muhammadiyah Sulsel Lapor Kasus Masjid Nurut Tajdid ke Polda Sulsel

Pengeringan menjadi tahap penting yang mempengaruhi hasil akhir. Siswa memahami bahwa suhu harus dijaga agar plastik tidak rusak.

Hasil yang diperoleh menunjukkan peningkatan dari setiap percobaan yang dilakukan. Hal ini menjadi bukti bahwa latihan memberikan hasil yang positif.

Kegiatan ini juga melatih kerja sama antar siswa dalam menyelesaikan tugas. Mereka saling membantu dan berbagi pengalaman.

Baca Juga: PBB Kecam Serangan, 3 Prajurit TNI Pasukan Perdamaian UNIFIL Lebanon Gugur

Sekolah memberikan ruang bagi siswa untuk terus berinovasi. Kreativitas menjadi salah satu nilai utama yang dikembangkan.

“Dengan latihan terus, siswa jadi lebih paham dan terampil dalam membuat produk ini,” pungkas dia.  (adv)

info

Peringatan Plagiarisme

Dilarang mengutip, menyalin, atau memperbanyak isi berita maupun foto dalam bentuk apa pun tanpa izin tertulis dari Redaksi. Pelanggaran terhadap hak cipta dapat dikenakan sanksi sesuai UU Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta dengan ancaman pidana penjara maksimal 10 tahun dan/atau denda hingga Rp4 miliar.

Editor: M Zulfikar A

Menu