SDN 002 Bontang Barat Siapkan Pengajar Khusus untuk Kelas Awal

SDN 002 Bontang Barat tidak hanya menyiapkan ruang kelas, tetapi juga menaruh perhatian besar pada kesiapan tenaga pengajar dalam pelaksanaan SPMB 2026.

R
SDN 002 Bontang Barat.
SDN 002 Bontang Barat. | Foto: Rhae/Portalbontang.com

Portalbontang.com, Bontang - SDN 002 Bontang Barat tidak hanya menyiapkan ruang kelas, tetapi juga menaruh perhatian besar pada kesiapan tenaga pengajar dalam pelaksanaan SPMB 2026

Sekolah ini membuka dua rombel untuk siswa kelas I dengan pendekatan pembelajaran yang disesuaikan.

Kepala sekolah Suhartini menyebutkan bahwa rombel yang dibuka terdiri dari dua kelas, yaitu 1A dan 1B, masing-masing satu rombel.

Baca Juga: Disdikbud Bontang Dorong Pemanfaatan Lingkungan dalam Pembelajaran

Setiap kelas akan diisi oleh 32 siswa. Jumlah tersebut dianggap ideal untuk memudahkan guru dalam memberikan perhatian secara merata kepada seluruh peserta didik.

Menurut Suhartini, peran guru di kelas awal sangat krusial karena menjadi fondasi bagi perkembangan akademik dan karakter siswa ke depan.

Oleh karena itu, sekolah memastikan bahwa guru yang ditugaskan memiliki kompetensi dalam menangani siswa usia dini, termasuk dalam pendekatan pembelajaran yang komunikatif dan menyenangkan.

"Selain kemampuan akademik, aspek psikologis anak juga menjadi perhatian," tuturnya, Minggu (26/4/2026).

Baca Juga: Pemasangan Bronjong Jembatan TMMD Ke-128 di Kampung Masdarling Dikebut, Ini Fungsinya

Guru diharapkan mampu membantu siswa beradaptasi dengan lingkungan sekolah yang baru.

Ketersediaan dua rombel dinilai cukup untuk menyeimbangkan jumlah siswa dan kemampuan guru dalam mengelola kelas secara efektif.

SPMB tahun ini pun menjadi langkah awal dalam membangun kualitas pendidikan sejak dini.

Baca Juga: Penggerebekan Daycare Little Aresha Yogyakarta Viral, Polisi dan Bukti Visum Ungkap Kekejaman Pengelola

Sekolah berupaya menciptakan suasana belajar yang tidak hanya fokus pada materi, tetapi juga pada kenyamanan siswa.

Suhartini menegaskan bahwa pihaknya akan terus memantau proses pembelajaran agar berjalan sesuai harapan dan standar yang ditetapkan.

Ia berharap, dengan dukungan guru yang kompeten, siswa dapat berkembang secara optimal sejak tahun pertama mereka di sekolah. (adv)

info

Peringatan Plagiarisme

Dilarang mengutip, menyalin, atau memperbanyak isi berita maupun foto dalam bentuk apa pun tanpa izin tertulis dari Redaksi. Pelanggaran terhadap hak cipta dapat dikenakan sanksi sesuai UU Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta dengan ancaman pidana penjara maksimal 10 tahun dan/atau denda hingga Rp4 miliar.

Editor: M Zulfikar A

Menu