Viral Jukir Tanah Abang Patok Tarif Rp100 Ribu, Wagub Rano Karno: Setahun Sekali, Tak Apa-apa

Menyoroti tanggapan Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno usai viralnya penangkapan 8 jukir liar di Tanah Abang yang patok tarif parkir Rp100 ribu menjelang hari raya.

M
Menyoroti tanggapan Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno usai ramai dugaan juru parkir di Tanah Abang patok harga mencapai Rp100 ribu.
Menyoroti tanggapan Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno usai ramai dugaan juru parkir di Tanah Abang patok harga mencapai Rp100 ribu. | Foto: Instagram.com/@undercover.id

Portalbontang.com, Jakarta - Media sosial tengah dihebohkan dengan aksi nekat oknum juru parkir (jukir) liar di kawasan pusat grosir Tanah Abang, Jakarta Pusat.

Para oknum tersebut diketahui mematok tarif parkir kendaraan dengan harga yang sangat tidak wajar, yakni mencapai Rp100 ribu.

Kejadian ini langsung viral dan mendapat sorotan tajam serta kecaman dari berbagai kalangan publik di dunia maya.

Baca Juga: IFG Gandeng Pakar Hong Kong, Pastikan Dana Pensiun dan Asuransi Nasabah Aman dari Defisit

Merespons keresahan warga, pihak kepolisian langsung bergerak cepat menuju lokasi pusat perbelanjaan tersebut.

Pada Selasa, 17 Februari 2026, aparat berhasil meringkus 8 orang jukir liar yang diduga memeras para pengunjung.

Kabar penangkapan dan mahalnya tarif parkir "nembak" ini pun sampai ke telinga Wakil Gubernur (Wagub) DKI Jakarta, Rano Karno.

Melansir unggahan Instagram @undercover.id pada Kamis (19/2/2026), Rano memberikan tanggapannya terkait insiden tersebut.

Baca Juga: Tok! Kemenag Bontang Tetapkan Zakat Fitrah 2026: Tertinggi Rp68.400, Terendah Rp58.900

Dalam pernyataannya di Bundaran HI pada Rabu (18/2/2026), Rano sempat meminta masyarakat untuk sedikit memaklumi kondisi menjelang hari raya.

"Tapi marilah kita coba pahami, ini kan situasi setahun sekali. Ini macet dan ini setahun sekali, tidak apa-apa," ujar Rano.

Pernyataan tersebut cukup memancing perhatian publik. Namun, Rano segera menegaskan bahwa Pemprov DKI tidak menoleransi tindakan pungutan liar.

Baca Juga: Masjid Al Ikhlas Muhammadiyah Bontang Dipadati Jamaah di Salat Tarawih Perdana, Mulai Puasa 18 Februari 2026

"Itu sudah pahamlah kita. Bukan berarti kita toleransi, tapi semuanya juga ditertibkan," tegasnya merespons polemik tersebut.

Rano memastikan para jukir yang ditangkap tidak hanya dihukum, tetapi juga akan diberikan pembinaan edukatif.

Ia berharap penindakan ini memberikan efek jera agar tidak ada lagi oknum yang mematok tarif seenaknya terhadap warga.

Ke depannya, Satpol PP khusus pariwisata bersama TNI dan Polri akan terus bersiaga di lokasi untuk mencegah jukir liar kembali beraksi.

"Ya mudah-mudahan nanti, saya yakin dalam 2-3 hari akan jauh lebih tertib," pungkas Rano optimis melihat pergerakan aparatnya. ***

info

Peringatan Plagiarisme

Dilarang mengutip, menyalin, atau memperbanyak isi berita maupun foto dalam bentuk apa pun tanpa izin tertulis dari Redaksi. Pelanggaran terhadap hak cipta dapat dikenakan sanksi sesuai UU Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta dengan ancaman pidana penjara maksimal 10 tahun dan/atau denda hingga Rp4 miliar.

Editor: M Zulfikar A
Sumber: Instagram @undercover.id

Menu