Keren! Mahasiswa UMM Ciptakan Aplikasi NutriTrack MBG Pantau Program Makan Bergizi Gratis

Solutif! Mahasiswa UMM sukses ciptakan Aplikasi NutriTrack MBG untuk pantau kualitas Program Makan Bergizi Gratis di sekolah.

M
Muhammad Daffa Azmi, merancang inovasi NutriTrack MBG sebuah aplikasi yang dirancang untuk membantu memantau kualitas makanan, memastikan keamanan pangan, serta mencatat data distribusi makanan secara real-time.
Muhammad Daffa Azmi, merancang inovasi NutriTrack MBG sebuah aplikasi yang dirancang untuk membantu memantau kualitas makanan, memastikan keamanan pangan, serta mencatat data distribusi makanan secara real-time. | Foto: Humas UMM

Portalbontang.com, Malang - Inovasi teknologi kembali membuktikan perannya dalam memberikan solusi nyata atas berbagai permasalahan di masyarakat luas.

Sebuah terobosan digital baru saja diciptakan untuk menjawab kendala operasional dalam distribusi makanan di sekolah.

Inovasi tersebut diinisiasi oleh Muhammad Daffa Azmi, seorang Mahasiswa UMM dari program studi Ilmu Komunikasi.

Baca Juga: Sekolah di Bontang dengan Rombel Terbatas Tetap Dioptimalkan di SPMB 2026

Pemuda asal Banjarbaru ini merancang sebuah platform yang diberi nama Aplikasi NutriTrack MBG.

Platform digital ini dirancang khusus untuk memantau dan mengevaluasi jalannya Program Makan Bergizi Gratis (MBG) secara real-time.

Kehadiran aplikasi ini diharapkan mampu mengatasi berbagai isu lapangan, seperti keterlambatan distribusi hingga kasus keracunan.

“Program MBG ini adalah langkah pemerintah untuk memberikan gizi terbaik bagi anak-anak. Tapi faktanya di lapangan masih ada beberapa kasus seperti keracunan, keterlambatan distribusi, sampai makanan yang dilaporkan berbau tidak sedap,” jelas Daffa.

Baca Juga: Sejumlah SD di Bontang Hanya Buka Satu Rombel

Aplikasi ini dibekali fitur transparansi informasi gizi yang merincikan kandungan kalori dan protein dari setiap porsi makanan.

Selain itu, sistem pelacakan real-time memastikan makanan tiba tepat waktu sesuai dengan tenggat yang telah ditentukan.

Berkat inovasinya, Daffa dan tim sukses memborong tiga penghargaan bergengsi di ajang International Youth Innovation Summit #20.

Baca Juga: Anak Pesisir Bontang Dapat Prioritas Masuk SD Lewat Jalur Afirmasi

Kompetisi berskala internasional yang digelar di Malaysia-Singapura itu menantang peserta merumuskan solusi berbasis SDGs.

“Ini pertama kalinya saya ke luar negeri bukan untuk jalan-jalan, tapi untuk belajar dan mencari pengalaman,” tuturnya.

Daffa membuktikan bahwa ide solutif yang berangkat dari realita lokal mampu bersaing dan diakui di kancah global.

“Kita tidak boleh takut mencoba hal baru. Kalau kita tidak mencoba, kita tidak akan tahu bagaimana hasilnya. Jangan pernah takut untuk bermimpi besar,” pungkasnya. ***

info

Peringatan Plagiarisme

Dilarang mengutip, menyalin, atau memperbanyak isi berita maupun foto dalam bentuk apa pun tanpa izin tertulis dari Redaksi. Pelanggaran terhadap hak cipta dapat dikenakan sanksi sesuai UU Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta dengan ancaman pidana penjara maksimal 10 tahun dan/atau denda hingga Rp4 miliar.

Editor: M Zulfikar A
Sumber: Rilis Berita

Menu