SMPN 9 Bontang Dorong Pendidikan Anak Pesisir demi Masa Depan Lebih Baik

R
Siswa-siswi SMPN 9 Bontang.
Siswa-siswi SMPN 9 Bontang. | Foto: Rhae/Portalbontang.com

Portalbontang.com, Bontang - SMPN 9 Bontang terus mendorong semangat pendidikan bagi anak-anak pesisir yang selama ini menunjukkan perjuangan besar untuk tetap bersekolah.

Kepala SMPN 9 Bontang, Lilyn Indriyawati, mengatakan pendidikan menjadi salah satu jalan penting untuk membuka wawasan dan masa depan anak-anak pesisir.

“Dengan pendidikan anak-anak bisa belajar banyak hal untuk menunjang masa depan dan cita-cita mereka,” ujarnya saat ditemui di ruangannya, Kamis (21/5/2026).

Baca Juga: Atap Bocor hingga Lantai Turun Jadi Perhatian SMPN 9 Bontang

Menurutnya, saat ini terdapat 18 siswa pesisir yang menempuh pendidikan di SMPN 9 Bontang mulai dari kelas 7 hingga kelas 9.

Meski harus menyeberang laut setiap hari, para siswa tersebut tetap menunjukkan kedisiplinan tinggi dan tidak pernah terlambat masuk sekolah.

“Mereka berangkat dari rumah sejak subuh untuk berkumpul di pelabuhan,” katanya.

Lilyn menjelaskan, para siswa masih menggunakan kapal pribadi milik orang tua karena hingga kini belum tersedia bantuan transportasi khusus dari pemerintah.

Baca Juga: Program Ummi SMPN 9 Bontang Jadi Ruang Pemberdayaan Ibu Rumah Tangga

Setelah tiba di dermaga, mereka harus melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki menuju sekolah.

Lebih jauh, ia bilang, perjuangan tersebut menjadi bukti kuat bahwa semangat menuntut ilmu anak-anak pesisir sangat tinggi meski memiliki keterbatasan akses.

“Satu-satunya yang bisa membuat mereka terlambat biasanya karena cuaca,” jelasnya.

Baca Juga: Jelang SPMB 2026, SMPN 9 Bontang Benahi Kelas dan Jadwal Guru

Ia mengatakan pihak sekolah terus memberikan motivasi dan pendekatan persuasif kepada siswa maupun orang tua agar pendidikan tetap menjadi prioritas utama.

Selain itu, pihak sekolah juga mengapresiasi dukungan orang tua yang selalu hadir dalam setiap kegiatan sekolah. 

Dirinya berharap semangat siswa pesisir dalam mengejar pendidikan dapat terus dipertahankan dan menjadi motivasi bagi siswa lainnya. (adv)

info

Peringatan Plagiarisme

Dilarang mengutip, menyalin, atau memperbanyak isi berita maupun foto dalam bentuk apa pun tanpa izin tertulis dari Redaksi. Pelanggaran terhadap hak cipta dapat dikenakan sanksi sesuai UU Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta dengan ancaman pidana penjara maksimal 10 tahun dan/atau denda hingga Rp4 miliar.

Editor: M Zulfikar A

Menu