Portalbontang.com, Bontang - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Bontang terus mengoptimalkan penggunaan Bantuan Operasional Sekolah Daerah (Bosda) sebagai instrumen pendukung pelaksanaan program sekolah gratis, termasuk bagi sekolah swasta.
Kebijakan ini menjadi salah satu inovasi pemerintah daerah dalam pengelolaan anggaran pendidikan agar manfaatnya dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat.
Langkah tersebut diambil sebagai bentuk penyesuaian kebijakan pendidikan yang lebih inklusif. Selama ini, dukungan pembiayaan pendidikan lebih banyak terpusat pada sekolah negeri.
Baca Juga: Disdikbud Bontang Perkuat Sinergi Program Digitalisasi Pendidikan dengan BPMP
Namun, Disdikbud menilai sekolah swasta juga memiliki peran penting dalam memenuhi kebutuhan layanan pendidikan di Kota Bontang, terutama dalam menampung peserta didik di berbagai jenjang pendidikan.
Disdikbud melihat Bosda memiliki potensi besar untuk memperluas akses pendidikan secara merata.
Dengan pemanfaatan anggaran yang lebih fleksibel dan terarah, bantuan tersebut kini dapat menjangkau sekolah swasta sebagai bagian dari upaya menghadirkan pemerataan layanan pendidikan.
Kebijakan ini diharapkan mampu mengurangi kesenjangan dukungan antara sekolah negeri dan swasta.
Baca Juga: Disdikbud Sebut Duta Canva Asal Bontang Jadi Inspirasi Guru Tingkatkan Kompetensi
Melalui skema baru tersebut, sekolah swasta kini memperoleh dukungan anggaran yang setara dengan sekolah negeri dalam konteks program sekolah gratis.
Disdikbud memastikan distribusi bantuan dilakukan secara objektif berdasarkan kebutuhan dan kesiapan sekolah, sehingga tidak ada perbedaan perlakuan dalam pelaksanaannya.
Sebagai tahap awal implementasi, empat sekolah swasta telah ditetapkan menjadi lokasi percontohan program.
Baca Juga: Disdikbud Bontang Siapkan Pelatihan Sertifikasi Digital untuk Guru Berpotensi
Penunjukan ini dilakukan setelah melalui proses verifikasi dan penilaian kesiapan administratif maupun operasional.
Hasil evaluasi dari tahap awal ini nantinya akan menjadi dasar untuk pengembangan program ke sekolah swasta lainnya di Bontang.
Kebijakan tersebut sekaligus menunjukkan komitmen Disdikbud dalam membangun sistem pendidikan yang lebih adil dan merata.
Pemerintah daerah ingin memastikan seluruh satuan pendidikan, baik negeri maupun swasta, memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang dan memberikan pelayanan terbaik bagi peserta didik.
Baca Juga: Disdikbud Bontang Dukung Penindakan Tegas Pengedar Narkoba yang Sasar Pelajar
Kepala Disdikbud Bontang, Abdu Safa Muha, mengatakan bahwa program ini memberikan dampak langsung bagi masyarakat, khususnya orang tua siswa yang selama ini terbebani biaya pendidikan di sekolah swasta.
“Program ini membebaskan biaya SPP dan uang gedung, jadi orang tua tidak perlu lagi khawatir soal biaya sekolah anak,” ujarnya, Kamis (7/5/2026).
Ia menjelaskan, kebijakan tersebut dirancang untuk memastikan tidak ada anak di Bontang yang terhambat mengenyam pendidikan hanya karena persoalan biaya. Menurutnya, pendidikan merupakan hak dasar yang harus dapat diakses seluruh lapisan masyarakat tanpa terkecuali.
Baca Juga: Disdikbud Bontang Gandeng BPJS Ketenagakerjaan Beri Edukasi Perlindungan Guru
Disdikbud juga menekankan pentingnya akuntabilitas dalam penggunaan anggaran Bosda. Setiap sekolah penerima bantuan diwajibkan menyusun laporan penggunaan dana secara berkala, lengkap dengan rincian pemanfaatannya.
Sistem pelaporan ini menjadi bagian dari mekanisme pengawasan agar anggaran benar-benar digunakan sesuai peruntukan.
Dengan adanya dukungan anggaran tersebut, sekolah swasta diharapkan dapat meningkatkan kualitas layanan pendidikan.
Dana yang diterima dapat dimanfaatkan untuk mendukung operasional sekolah, memperbaiki fasilitas belajar, hingga meningkatkan mutu pembelajaran bagi siswa.
Baca Juga: Disdikbud Bontang Minta Pelamar Pahami Status Kontrak 65 Guru Pengganti
Evaluasi pelaksanaan program akan terus dilakukan secara berkala oleh Disdikbud. Pengawasan dilakukan untuk memastikan kebijakan berjalan sesuai sasaran serta memberikan manfaat nyata bagi peserta didik dan sekolah penerima bantuan.
Transparansi dan efektivitas menjadi prinsip utama yang terus dijaga dalam pelaksanaan program ini.
Abdu Safa menegaskan bahwa pemerataan akses pendidikan menjadi fokus utama pemerintah daerah dalam merumuskan kebijakan pendidikan di Bontang.
“Kami ingin semua anak di Bontang punya kesempatan yang sama untuk mendapatkan pendidikan yang layak,” tutupnya. (adv)